IMOW Forklift CPCD100T8 | 10 ton
IMOW Forklift CPCD100T8 | 10 ton
Description
DaerahIMOW Forklift CPCD100T8 | 10 ton
BELIALAT.COM support penjualan unit, parts, service, rental, maintenance contract, overhaul, reconditioned IMOW Forklift CPCD100T8 | 10 ton
General Performance
Rated Capacity: 10,000 kg (10 tons).
Load Center: 600 mm.
Travel Speed (No Load): 25 km/h.
Lifting Speed (Full Load): 390 mm/sec.
Lowering Speed (Full Load): 340 mm/sec.
Max. Gradeability (Full Load): 20%.
Max. Drawbar Pull (Full Load): 61,000 N.
Dimensions & Weight
Self Weight: Approx. 12,500 – 12,900 kg.
Length to Face of Fork: 4,250 mm.
>Overall Width: 2,245 mm.
Overhead Guard Height: 2,560 mm.
Turning Radius (Outside): 4,050 mm.
Wheelbase: 2,800 mm.
Ground Clearance (at Mast): 190 mm.
Mast Lowered Height: 2,850 mm (standard 2W300 mast).
Standard Lift Height: 3,000 mm.
Engine Options
Cummins QSF3.8: 4-cylinder, 86 kW @ 2200 rpm, 3757 cc displacement.
Chaochai (China): 6-cylinder, 85 kW @ 2200 rpm, 5785 cc displacement.
Chassis & Transmission
Transmission Type: Powershift (2/2 stages FWD/RVS).
Tires (Front): 4 x 9.00-20-14PR (Dual front wheels).
Tires (Rear): 2 x 9.00-20-14PR.
Service Brake: Hydraulic-foot pedal.
Parking Brake: Mechanical-hand lever
Support untuk kawasan industri untuk seleruh pulau di indonesia antara lain:
Pulau Jawa
Jawa Barat & Banten (Pusat Manufaktur Terbesar)
Wilayah ini memiliki konsentrasi industri otomotif, elektronik, dan barang konsumsi (consumer goods) paling padat.
Cikarang (Bekasi): Kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, mencakup Jababeka, MM2100, Delta Silicon, dan EJIP.
Karawang: Fokus pada industri otomotif global, seperti KIIC (Karawang International Industrial City), Suryacipta, dan Kawasan Industri Mitrakarawang.
Serang (Banten): Memiliki Modern Cikande Industrial Estate (3.175 Ha) dan kawasan industri pendukung pelabuhan.
Subang: Kawasan baru yang sedang berkembang pesat seperti Subang Smartpolitan yang terhubung dengan akses Tol Cipali dan Pelabuhan Patimban.
Jawa Tengah (Pusat Pertumbuhan Baru)
Jawa Tengah kini menjadi primadona baru untuk relokasi industri dari Jakarta dan Jawa Barat.
Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB): Proyek Strategis Nasional seluas 4.300 Ha yang menarik banyak investor asing (terutama dari Tiongkok dan Korea).
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal: Fokus pada industri padat karya, logistik, dan ekspor.
Semarang & Sekitarnya: Terdapat Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan Jatengland Industrial Park Sayung di Demak.
Rencana 2026: Pemerintah daerah sedang mengusulkan pembentukan kawasan industri baru di 9 daerah, termasuk Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Rembang.
Jawa Timur (Industri Berat & Logistik)
Jawa Timur menonjol dengan integrasi antara kawasan industri dan fasilitas pelabuhan laut dalam.
Gresik: Memiliki Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), sebuah KEK yang mengintegrasikan pelabuhan dengan industri berat seperti pemurnian mineral (smelter) dan kimia.
Surabaya & Sidoarjo: Pusat industri lama yang masih sangat aktif, seperti SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut) dan Maspion Industrial Estate.
Pasuruan & Mojokerto: Terdapat PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang) dan kawasan industri di Ngoro yang banyak diisi industri makanan, minuman, dan material bangunan.
Pulau Kalimantan
Kalimantan Timur (Pusat Industri Energi & Kimia)
Kawasan Industri Kariangau (KIK): Terletak di Balikpapan, kawasan ini sangat strategis karena dekat dengan IKN dan memiliki akses langsung ke Selat Makassar.
Kaltim Industrial Estate (KIE): Berlokasi di Bontang, dikelola oleh anak perusahaan Pupuk Kaltim. Fokus utamanya adalah industri kimia dan pupuk.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan: Terletak di Kutai Timur, berfokus pada pengolahan kelapa sawit, kayu, dan logistik internasional.
Batuta Chemical Industrial Park (BCIP): Kawasan industri di Kutai Timur yang direncanakan untuk hilirisasi batu bara dan kimia.
Kalimantan Utara (Pusat Industri Hijau)
Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) / Kawasan Industri Hijau Indonesia: Berlokasi di Tanah Kuning, Bulungan. Kawasan ini diproyeksikan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia, dengan fokus pada produksi baterai kendaraan listrik (EV), petrokimia, dan aluminium.
Kalimantan Barat
Kawasan Industri Ketapang: Berfokus pada pengolahan bauksit dan industri manufaktur lainnya.
Kawasan Industri Landak: Salah satu kawasan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Kawasan Industri Pulau Penebang: Kawasan industri baru yang dikembangkan di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Kalimantan Selatan
Kawasan Industri Batulicin: Terletak di Tanah Bumbu, menjadi salah satu pusat industri terbesar di Kalsel untuk pengolahan mineral dan perkebunan.
Kawasan Industri Jorong: Berada di Tanah Laut, difokuskan untuk industri manufaktur dan hilirisasi.
Kawasan Industri Mekar Putih: Berlokasi di Pulau Laut, difungsikan sebagai kawasan industri dan pelabuhan internasional.
Kalimantan Tengah
Kawasan Industri Sungai Tabuk: Terletak di Sukamara, berfokus pada ekosistem industri silika dan bauksit.
Kawasan Industri Rimau: Kawasan yang dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah.
Kawasan-kawasan ini umumnya dikembangkan untuk mendorong hilirisasi industri, di mana bahan mentah dari Kalimantan (seperti kelapa sawit, bauksit, dan batu bara) diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum diekspor.
Pulau Sulawesi
Sulawesi Selatan
Kawasan Industri Makassar (KIMA): Kawasan industri tertua dan terbesar di Sulawesi, berfungsi sebagai hub logistik dan manufaktur di Indonesia Timur.
Kawasan Industri Bantaeng (KIBA): Terkenal sebagai pusat pengolahan mineral (smelter) dan industri energi.
Industri Takalar: Baru-baru ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025, difokuskan pada industri maritim, perikanan, dan energi terbarukan.
Kawasan Industri Maros: Pengembangan area industri yang terintegrasi dengan KIMA.
KEK Selayar: Kawasan Ekonomi Khusus yang difokuskan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sulawesi Tengah
Kawasan Industri Morowali (IMIP): Salah satu kawasan industri nikel terintegrasi terbesar di dunia. Kawasan ini merupakan pusat produksi baja tahan karat (stainless steel) dan komponen baterai kendaraan listrik.
KEK Palu: Berfokus pada industri pengolahan pertambangan (nikel, emas) dan logistik terpadu untuk mendukung konektivitas dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kawasan Industri Neo Energy Morowali & Parimo: Proyek baru yang masuk dalam daftar PSN untuk pengembangan industri hijau dan material baterai.
Sulawesi Tenggara
Kawasan Industri Konawe: Pusat hilirisasi nikel besar lainnya yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah tersebut.
daerah Industri Pomalaa: Fokus pada pengolahan mineral mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Kawasan Industri Kolaka: Area pengembangan industri nikel dan infrastruktur pendukungnya.
daerah Industri Motui & Kendari: Bagian dari perluasan zona industri untuk menarik investasi manufaktur dan pengolahan logam.
Sulawesi Utara
KEK Bitung: Memanfaatkan lokasi strategis di jalur pelayaran internasional, kawasan ini difokuskan pada pengolahan hasil laut (perikanan), kelapa, dan logistik ekspor ke kawasan Pasifik.
KEK Likupang: Kawasan Ekonomi Khusus yang didedikasikan sepenuhnya untuk pengembangan pariwisata premium dan konservasi alam.
Kawasan Industri Kauditan: Area industri pendukung di wilayah Minahasa Utara.
Sulawesi Barat & Gorontalo
Di wilayah ini, pengembangan kawasan industri masih dalam tahap perencanaan strategis dan lebih banyak berfokus pada industri pengolahan hasil perkebunan seperti sawit, cokelat, dan jagung melalui kawasan industri kecil dan menengah.
Kawasan-kawasan ini, terutama yang menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mendapatkan berbagai insentif fiskal dan kemudahan perizinan dari pemerintah untuk mempercepat investasi.
Pulau Sumatera
Sumatera Utara
Provinsi ini merupakan salah satu pusat industri terbesar di luar Pulau Jawa.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei: Terletak di Kabupaten Simalungun, kawasan ini merupakan pusat industri agribisnis, terutama pengolahan kelapa sawit dan karet.
Daerah Industri Medan (KIM): Berlokasi di Deli Serdang dan Medan, kawasan ini menampung berbagai industri manufaktur, logistik, dan pengolahan makanan.
Kawasan Industri Kuala Tanjung: Fokus pada industri berat dan logistik karena terintegrasi langsung dengan pelabuhan internasional.
Kepulauan Riau (Batam & Bintan)
Wilayah ini memiliki kepadatan kawasan industri tertinggi di Sumatera karena letaknya yang berdekatan dengan Singapura.
Batamindo Industrial Park: Salah satu yang terbesar di Batam, fokus pada industri elektronik dan manufaktur.
Kabil Integrated Industrial Park: Fokus pada sektor minyak, gas, dan energi.
Panbil Industrial Estate: Menampung manufaktur elektronik, otomotif, dan telekomunikasi.
KEK Galang Batang: Berlokasi di Pulau Bintan, difokuskan pada industri pengolahan mineral seperti bauksit dan aluminium.
Lampung
Sebagai pintu gerbang Sumatera, Lampung mengembangkan kawasan yang mendukung distribusi dan pengolahan hasil bumi.
Kawasan Industri Way Laga (KIWAL): Berlokasi di Bandar Lampung, fokus pada manufaktur umum, pergudangan, dan logistik.
Lampung Industrial Park (LIP): Terletak di Lampung Selatan untuk industri skala besar.
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Tanggamus: Fokus pada industri maritim dan pengolahan hasil laut.
Wilayah Lainnya
Aceh: Terdapat Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong di Kabupaten Aceh Besar.
Sumatera Barat: Memiliki Padang Industrial Park (PIP) di Kota Padang yang mencakup industri pengolahan sumber daya alam.
Sumatera Selatan: Terdapat Kawasan Industri Tanjung Enim yang fokus pada pengolahan sumber daya energi dan KEK Tanjung Api-Api yang dikembangkan untuk industri berbasis karet, sawit, dan batu bara.
Riau: Memiliki Kawasan Industri Dumai yang sangat strategis untuk ekspor produk turunan kelapa sawit.


Reviews
There are no reviews yet.